Mama dan Me Time Bag2

Padahal, kondisi ini sering menyebabkan kelelahan mental yang kemudian membuat stres. Efeknya tidak mai-main: seorang full time mom sering kali bereaksi kurang menyenangkan, bahkan emosional kala menghadapi kesalahan kecil yang diperbuat oleh suami atau anaknya. “Itu karena banyak ibu merasa berada di posisi ‘kurang beruntung’ setelah hampir seluruh waktunya tersita untuk pekerjaan rutin di rumah.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Ketika semua anggota keluarga dapat keluar rumah menjalani ke giatan bervariasi dan bertemu banyak orang atau teman, ibu hanya seharian di rumah. Nah, kejenuhan inilah yang sebenarnya membutuhkan penyegaran. Salah satunya, dengan meluangkan waktu menikmati hal-hal pribadi yang menyenangkan,” ujar psikolog yang akrab disapa Della ini. MASALAH IBU BEKERJA Namun sebenarnya tak hanya ibu rumah tangga yang sulit mendapatkan me time. Meski bisa setiap hari “keluar” dari tanggung jawab rutin mengurusi kepentingan keluarga, ibu bekerja pun menghadapi problemanya sendiri.

Di pagi hari saat menyiapkan diri berangkat ke tempat kerja, secara psikologis ibu bekerja tetap memikirkan persiapan anggota keluarga lainnya (suami dan anak). Meski dibantu oleh asisten rumah tangga, rasa tanggung jawab dan kesadaran akan “peran ibu” membuatnya merasa tidak nyaman, misalnya karena meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan, atau ada anggota keluarga yang masih kurang terlayani dengan baik. Konsekuensinya, ibu bekerja terjebak dalam peran ganda; di satu sisi ia harus memenuhi tugas dan tanggung jawab se bagai pekerja, di lain sisi ia harus memastikan seluruh kebutuh an rutin anggota keluarga dapat dipenuhi.

Belum lagi, ibulah yang sering dipersalahkan ketika ada yang “tidak beres” de ngan anggota keluarga. Contohnya, prestasi akademik anak yang kurang memuaskan, bahkan jika suami tidak dapat datang tepat waktu ke kantor lantaran harus mengantar anak ke sekolah dulu. Jadi, boro-boro mikirin me time, ya Ma? Nina Samidi (35), pekerja kantoran dan ibu dari dua orang putri, mengaku kalau ia agak merasa bersalah ketika melakukan me timenya, “Eh, bukan ‘agak’ lagi, tapi memang merasa bersalah.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *