Jadi Sering Buang Angin

Dalam kondisi normal, hamil ataupun ti dak, setiap orang akan menghasilkan sejumlah gas dalam tubuh. Ratarata orang akan memproduksi sekitar 1-4 liter gas setiap hari dan gas tersebut akan dikeluarkan sebanyak 14-23 kali melalui sendawa atau buang angin. Lucunya, frekuensi tersebut bisa saja meningkat saat Mama sedang hamil. Wow!

Gara-Gara Progesteron

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Tentu, penyebab utama seringnya buang angin atau sendawa ialah produksi gas yang meningkat dalam tubuh, sehingga jumlah gas yang mesti dikeluarkan oleh tubuh juga semakin banyak. Nah, pada mamil, faktor utama yang menjadi penyebab meningkatnya produksi gas dalam tubuh adalah meningkatnya kadar hormon progesteron. Saat hamil, proses produksi progesteron yang ada pada tubuh secara otomatis akan mengalami peningkatan. Progesteron sendiri merupakan hormon yang bertugas melemaskan atau merelaksasikan jaringan otot polos di seluruh tubuh, termasuk di saluran pencernaan. Relaksasi ini dapat memperlambat sistem pencernaan.

Dengan melambatnya sistem pencernaan, tandanya kinerja pencernaan menjadi kurang maksimal dibandingkan sebelum hamil. Itu sebabnya, saat hamil biasanya Mama disarankan untuk makan sedikit, tetapi sering ketimbang makan banyak dalam satu waktu. Bila tidak, pencernaan akan menjadi sangat terbebani, sehingga dapat memicu timbulnya gas yang nantinya bisa menimbulkan efek perut kembung, sensasi kurang nyaman pada usus, bahkan mual, terutama saat makan besar. Ketika kehamilan sudah semakin besar, yaitu saat mencapai akhir trimester 3, rahim yang terus membesar dalam rongga perut akan semakin menekan organ-organ pencernaan, sehingga pen cernaan semakin melambat lagi.

Hal ini membuat mamil kadang merasa cepat kembung setelah makan, terutama usai mengonsumsi makanan jenis tertentu. Nah, bila di trimester 2 ini mamil masih bisa memilih makanan yang disuka, tak demikian halnya di trimester 3. Pada trimester akhir, makanan jenis tertentu dapat saja menyebabkan sensasi kurang nyaman di perut, biasanya dikenal dengan heartburn. Gejalanya adalah sensasi panas di sekitar dada menuju arah kerongkongan, kadang diikuti rasa kembung dan mual sehabis makan. Selain karena produksi gas meningkat, heartburn terjadi karena naiknya asam lambung.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *