Ayam Jago Legendaris

Ayam Jago Legendaris – Motor berbasis suspensi depan panjang ala motor laki (sport) atau yang sering disebut dengan istilah ayam jago sebenarnya bukan barang baru. Sudah sejak tahun 1980-an model motor seperti ini eksis dan sukses di pasaran. Buktinya, hampir semua pabrikan motor melansir model ini. “Pada awal 90-an motor bebek ayam jago memang jadi primadona. Bahkan sempat menonjol di road race juga,” kenang Bambang ‘Kancil’ Sumadji, tuner 3 zaman dari Audi Motor, Surabaya. Berikut ini ayam jago legendaris yang pernah meramaikan pasar motor Tanah Air. (Naskah : Dian) Suzuki Sprinter Suzuki RC-100 Sprinter adalah pelopor bebek ayam jago tahun 1980an atau tepatnya tahun 1988. Kala itu ATPM Suzuki Indonesia (Indomobil Group) dengan berani menelurkan produk out of the box pada jamannya. RC-100 Sprinter merupakan perbaikan dari generasi RC-100. Dilahirkan untuk menjegal produk kompetitornya waktu itu, yakni Yamaha Alfa 100. Dalam hal penjualan maupun dalam kancah dunia balap di arena road race, Suzuki RC-100 Sprinter pun cukup digemari. Dibekali dengan mesin 2-langkah berkapasitas 99,6 cc dengan pendingin udara plus ditunjang oleh Jet Cooled sistem dan bersistem katup reed valve. Maksimum power adalah 9,5 ps pada 6.500 rpm dengan torsi maksimum 1,15 kg.m pada 5.000 rpm. Sprinter dibekali karburator Mikuni VM16.

Bahkan Suzuki RC110 Sprinter SR (Street Racing) versi Thailand sempat masuk ke Indonesia. Perbedaannya pada pelepas gas buang yang berbentuk sporty. Suzuki rk Cool Suzuki kembali mencoba keberuntungannya dengan menghadirkan ayam jago di era 2002-2004, yakni Suzuki RK Cool. Masuk dalam bentuk CBU karena murni diimpor dari Thailand. Penampilannya jauh lebih keren dibanding generasi ayam jago Suzuki sebelumnya yang pernah hadir di Indonesia. Fiturnya pun tergolong lengkap untuk kelas bebek. Suzuki tetap bertahan dengan mesin 2-tak. RK Cool dibekali diameter piston 52,5 mm dengan stroke 50,5 mm. Tidak seperti generasi Sprinter, RK Cool sudah dilengkapi dengan disc brake depan dan belakang. Bahkan teknologinya terbilang canggih untuk ukuran motor 2-tak 110 cc yang menjadi lawan utama Yamaha F1Z karena Suzuki Tornado dianggap kurang perkasa dalam segi tenaga. Saat itu RK Cool dijual dengan harga sekitar Rp 17 juta. Walau tidak banyak, RK Cool dianggap sukses sebagai motor bebek ayam jago.

RK Cool pun disebut-sebut memiliki andil masuknya si Hyper Underbone Satria F-150 ke Indonesia. Suzuki raider Masih dimedio 2002-2004, Suzuki Indomobil kembali melakukan uji pasar motor ayam jago dengan menghadirkan Suzuki Raider. Didatangkan utuh dari Thailand. Berbeda dengan RK Cool, Raider dibekali mesin 4-tak 125 cc berpendingin udara. Sayangnya Suzuki Thailand menghentikan produksi tahun 2004. Karena permintaan terus meningkat, Suzuki Raider 150 pun turut dimasukan ke Indonesia. Dari hasil evaluasi itulah terlihat kalau pasar bebek ayam jago di Indonesia terbuka lebar. Suzuki menemukan celah pasar motor yang masih tersembunyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *