Dari Medan hingga Surabaya

Dari Medan hingga Surabaya

TAK ada yang tersisa dari gedung yang dulu bernama Lindeteves Stokvis di Jalan Katamso Nomor 53, Medan. Lokasi tempat gedung bergaya Art Deco itu berdiri kini telah menjadi kompleks pertokoan modern dengan segala riuh aktivitas bisnisnya. Lindeteves Stokvis dirancang oleh Wolff Schoemaker pada 1921. Gedung perkantoran itu belakangan dikenal dengan nama Mega Eltra. Berjarak hanya 3 kilometer dari Stasiun Medan, gedung ini sempat berubah fungsi menjadi pusat pengelolaan dan pergudangan alat-alat perkebunan di Sumatera.

Pada Juli 2002, gedung itu diratakan dengan tanah setelah pengembang membelinya dari PT Semen Padang. Badan Warisan Sumatera sempat melakukan upaya hukum untuk mempertahankan gedung tersebut. Tapi langkah mereka terganjal. Sebab, gedung rancangan Schoemaker ini tidak termasuk kawasan bangunan bersejarah yang dilindungi Peraturan Daerah Medan Nomor 6 Tahun 1988. ”Kami hanya bisa menyelamatkan kepingan keramik lantai sebelum gedung itu dihancurkan,” kata Hairul, Ketua Pelaksana Harian Badan Warisan Sumatera, pada awal Mei lalu. Ada yang menyebut si pengembang sempat mempertahankan sedikit façade bergaya Art Deco. Tapi, ketika Tempo melihat lokasi itu, façade yang disebut-sebut masih ada itu telah tergantikan dengan rumah makan Padang.

Sedangkan nasib karya Schoemaker di Medan lainnya, gedung Nederlandsch Indische Handelsbank, lebih baik. Hingga saat ini gedung yang terletak di persimpangan Jalan Balai Kota dan Jalan Ahmad Yani masih berdiri kokoh dan difungsikan sebagai kantor cabang Bank Mandiri. Gedung yang dibangun menjelang Perang Dunia II itu terdaftar sebagai bangunan cagar budaya. Di Kota Medan, aturan perundangan menjadi momok tersendiri dalam melindungi bangunan yang bernilai sejarah di kota itu. Hairul menyebutkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Perlindungan Bangunan Bersejarah hanya melindungi 40 rumah. Tapi, ketika aturan itu diperbarui pada 2012, malah tak ada satu pun rumah yang masuk kategori tersebut. ”Padahal ada 600 rumah di Medan yang memiliki nilai sejarah dan harus dilindungi,” kata Hairul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *