Pulang ke Lapangan Banteng

SETELAH enam tahun menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati kembali masuk kabinet. Dalam reshufetahap kedua pada 27 Juli lalu, Presiden Joko Widodo melantik Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Sri Mulyani kembali berkantor di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, setelah dirayu pulang oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi sampai harus berkomunikasi dengan Presiden Bank Dunia Jim Young Kim.

Sri Mulyani sesungguhnya telah ditawari posisi menteri dalam perombakan kabinet pertama, Agustus tahun lalu. Ketika itu Jokowi meminta Sri Mulyani masuk kabinet menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. Bahkan, dalam penyusunan pertama Kabinet Kerja Jokowi Jusuf Kalla yang diumumkan pada Oktober 2014, Sri Mulyani juga ditawari bergabung. Sri Mulyani memilih tetap bertahan di Bank Dunia. Satu hari setelah dilantik, Sri Mulyani menggebrak. Ia mengumpulkan 300 pejabat— terutama Direktorat Jenderal Pajak—di auditorium lantai dua Kementerian Keuangan. Pertemuan itu membahas undang-undang pengampunan pajak, program yang diharapkan bisa menambal penerimaan negara Rp 165 triliun.

Pada awal Agustus, ia memangkas belanja Rp 133 triliun. Pemangkasan dilakukan untuk menekan defsit akhir tahun. Pemotongan menyasar belanja pemerintah pusat Rp 65 triliun dan dana transfer daerah Rp 68,8 triliun. Pos belanja yang dipangkas antara lain perjalanan dinas dan pembangunan gedung pemerintah yang tidak masuk prioritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *