biduran anak

Peyebab Biduran dan Cara Mengatasinya Dengan Mudah

Penyebab Biduran – Biduran merupakan salah satu gejala medis yang terjadi pada kulit. Bisanya ditandai dengan bilur berwaran putih atau merah dan terasa gatal. Bisa muncul di satu bagian kemudian menyebar ke bagian tubuh secara cepat.

Baca Juga: Tanya Jawab Seputa Usaha Bisnis

Hal demikian dalam bahasa medis disebut urtikaria. Urtikaria biasanya disebabkan karena alergi. Reaksi alergi terhadap suatu zat, benda atau obyek yang menyebabkan muncul biduran. Reaksi alergi di kulit ini bisa berbentuk titik-titik milimeter atau bisa membesar hingga sekepalan tangan.

Gejala biduran bukan hanya terlihat di kulit semata. Tetapi juga terasa perih dan panas. Biasanya karena persebarannya di seluruh kulit, merata di bibir, lidah dan tenggorokan. Sehingga reaksi yang dirasakan bermacam-macam. Mulai dari gatal-gatal, perih di bibir dan kulit, panas yang terus membayangi di sekujur tubuh. Gejala ini bisa terjadi dari hitungan hari, minggu dan bisa berhitung bulan.

Jika anda terkena biduran yang belum diketahui penyebabnya. Cobalah untuk mengingat-ingat makanan dan minuman apa saja yang dimakan sebelum terserang biduran. Selain itu mengingat sentuhan dengan objek benda, tanaman atau hewan apa saja yang pernah dilakukan. Hal ini penting untuk mendeteksi awal penyebab anda terkena biduran. Karena nantinya ketika anda berobat ke dokter akan diawali dengan pertanyaan yang sama.

Biduran atau urtikaria dibedakan menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah biduran yang terjadi selama 6 minggu atau kurang. Biduran jenis ini disebut biduran akut. Sementara biduran yang lebih dari 6 minggu, atau sering kambuh dan berlangsung lama dalam hitungan bulan.

Pada beberapa kasus hitungan tahun. Maka disebut biduran kronis. Biduran kronis bisa jadi disebabkan gejala sebuah penyakit semisal penyakit lupus atau penyakit tiroid. Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit ketika biduran anda sering kambuh dan berlangsung lama.

Selain biduran akut dan biduran kronis. Biduran tipe lain masih ada dua lagi, yaitu dermatographism yang disebabkan karena garuk menggaruk kulit yang terlalu keras sehingga membuat kulit bereaksi. Sementara yang kedua adalah urtikaria fisik. Urtikaria fisik ini disebabkan adanya stimulasi sekitar terhadap kulit. Semisal kulit sensitif dengan tekanan, cahaya matahari, cairna tertentu, atau suhu panas dan dingin.

Pada umumnya, biduran merupakan penyakit umum yang diderita masyarakat Indonesia pada rentang usia 30 hingga 60 tahun. Untuk beberapa orang yang memiliki riwayat alergi sebaiknya waspada karena gejala biduran bisa jadi sering muncul.

Peyebab Biduran yang Perlu Anda Ketahui

Biduran sendiri muncul karena adanya reaksi di dalam kulit manusia. Yaitu pelepasan kadar histamin yang membuat kadarnya meninggi sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan di atasnya. Pelepasan histamin yang berlebihan selain membuat bengkak jaringan kulit dapat juga membuat bocornya cairan plasma di pembuluh darah kulit.

Bocornya cairan ini karena penumpukan cairan terus menerus yang disebut angioderma. Kelebihan cairan inilah yang menyebabkan kulit terasa gatal dan membengkak. Penyebab biduran bisa diidentifikasi dengan beberapa penyebab umum di bawah ini:

1.Infeksi, semisal terkena infeksi virus influenza.

2.Reaksi terhadap obat-obatan tertentu seperti antiinflamasi nonsteroid dan antibiotik.

3.Paparan udara panas atau dingin

4.Melakukann kontak dengan penyebab alergi, seperti terkena daun sebuah tanaman atau gigitan serangga.

Selain penyebab-penyebab umum ini. Anda harus mewaspadai penyebab lain yang semakin memperparah biduran anda. Seperti makan dan minuman berkafein seperti kopi dan teh. Minum-minuman keras beralkohol dan berada dalam suhu panas atau suhu dingin terlalu lama. Selain itu, anda juga harus mewaspadai penyakit yang kemudian timbul karena biduran. Seperti angioederma yang merupakan pembengkakan kulit bagian dalam. Biasanya terjadi di mata, alat kelamin dan bibit.

Sementara penyakit kedua adalah anafilaksis. Anafilaksis merupakan reaksi alergi parah yang kemudian terjadi secara cepat dan tiba-tiba dan bisa menyebabkan kematian mendadak. Kondisi anafilaksis bisa disebut kondisi darurat dilihat dari ciri-ciri utamanya: pembengkakan pada beberapa bagian mata, bibir, kaki dan tangan. Mengalami pusing dan bahkan pingsan. Kemudin terjadi sesak nafas karena adanya penyempitan saluran udara.

Mengalami sakit dan mual mual pada bagian perut serta bisa muntah. Jika anda mendapati ciri-ciri berikut ini segeralah membawa ke unit gawat darurat. Karena jika terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian. Pada penderita asma atau eksim kulit yang sering kambuh harus mewaspadai gejala anafilaksis ini. Walaupun berbahaya, penyakit ini bisa disembuhkan asal ditangani dengan cepat dan benar.

Begini Cara Mengatasi Biduran

Cara mengatasi biduran atau urtikaria adalah dengan menjauhi penyebab alergi atau meminum obat. Sebenarnya biduran tidak memerlukan pengobatan khusus karena akan menghilang sendiri dalam beberapa hari.

Namun jika terasa mengganggu anda bisa meminta dokter meresepkan obat. Dokter akan meresepkan obat antihistamin untuk mengatasi rasa gatal. Untuk kasus-kasus tertentu yang lebih parah dapat mengonsumsi obat kortikosteroid.

Kedua, hindari berada dalam sebuah suhu udara yang terlalu ekstrem. Seperti berada di bawah terik sinar matahari siang. Atau berada di gunung es yang terlalu dingin. Ketiga, biduran ternyata bisa juga disebabkan faktor emosional dan stress. Cobalah untuk merilekskan diri meminum obat-obatan tradisional seperi adas, rimpang kunyit dicampur dengan madu. Selain obat-obatan tradisional, anda bisa juga mencoba menggunakan obat bebas yang bisa diperoleh di toko obat atau apotek terdekat. Seperti bedak dingin lotion calamin dan obat antihistamin seperti diphenhidramin. Atau hidroklorida dan klorfeniramin maleate.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter. Jika biduran yang anda derita masih kategori ringan. Anda bisa mencoba mengobati secara mandiri dengan mengawali dari yang paling sederhana yaitu menghindari penyebab alergi itu sendiri. Jika anda kurang yakin alergi dengan jenis apa. Anda bisa memeriksakan diri tes alergi di rumah sakit terdekat. Namun pada beberapa kasus, biduran tidak terdeteksi penyebabnya. Dokter akan melakukan tes alergen untuk mengetahui potensi alergi. Atau beberapa tes untuk mendeteksi adanya biduran kronis.

Beberapa tes yang dimaksud meliputi:

1.Tes darah lengkap, tes darah ini digunakan untuk melihat apakah anda menderita anemia atau tidak.

2.Tes laju endap darah (LED) tes ini digunakan untuk mengenali masalah dengan sistem kekebalan tubuh.

3.Tes penghitungan tingkat antibodi dalam darah

4.Tes fungsi organ hati dan fungsi tiroid.

5.Tes pengambilan sampel feses untuk mendeteksi adanya infeksi di dalam usus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *